Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Desember 2011
Syarat Tempat Budidaya Lele Sangkuriang
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang seperti halnya budidaya ikan lele dumbo bisa dilakukan pada kolam semen, kolam lumpur, kolam terpal dan kolam media lainnya yang berada pada areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Sumber air untuk budi daya lele sangkuriang dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan (didiamkan) terlebih dulu. Lele Sangkuriang memiliki kelebihan bisa hidup pada kolam yang memiliki kepadatan cukup tinggi sehingga dapat dibudidayakan dalam pekarangan yang sempit sekalipun. Budi daya Lele sangkuriang dalam lahan terbatas biasanya dilakukan dalam skala rumah tangga atau usaha kecil. Dengan modal yang kecil budidaya Lele sangkuriang bisa dilakukan dengan cara seminimal mungkin misalnya kolam dibuat dengan terpal, makanan dicarikan dari sumber makanan alami dan upaya lainnya.
Menambah Nafsu Makan Lele dengan Temulawak
Saat ini kian banyak yang sadar akan kegunaan obat-obatan alami atau herbal untuk mengatasi penyakit pada ikan lele. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya temuan penelitian yang mengungkap khasiat sejumlah tanaman dan bumbu dapur untuk memperbaiki kondisi kesehatan lele. Bahan-bahan yang sudah teruji diantaranya adalah bawang putih, mengkudu, temulawak, kunyit, meniran, ragi, daun sirih, dun sambiloto, daun pepaya, daun jambu biji, daun paci-paci, segala pahit-pahitan, dan masih banyak lainnya. Salah satunya adalah temulawak, yang akan kita bahas kali ini.
Temulawak yang biasanya kita tidak sadar atau tidak tahu namanya, tanpa kita sadari bahwa temulawak bisa digunakan untuk menambah nafsu makan ikan lele. Berikut adalah tips untuk menambah nafsu makan lele.
Untuk menambah nafsu makan ikan lele dengan metode herbal. Campur dengan pakan dengan perbandingan 0.2 : 0,25 : 1
0.2 kg temulawak (curcuma dalam bahasa latinya)
0,25 liter air (sebaiknya air hangat, karena dengan keadaan hangat sari temulawak akan terangkat secara maksimal)
1 kg pakan / pelet.
Langkah pembuatan :
1. parut temulawak
2. campur dengan air hangat 0.25 liter
3. peras dan saring parutan temulawak tadi
4. campurkan air perasan temulawak tadi dengan pelet sebanyak 1 kg.
5. diamkan selama 10 menit.
NB: Setelah di campur, jangan dibiarkan lebih dari 8 jam.
Tips: Pemasaran Hasil Panen Lele
Pemasaran Lele Konsumsi
Tata cara pemasaran lele atau menjual hasil produksi lele sebenarnya tidak terlalu sulit, namun sangat wajar jika seorang yang baru memulai atau yang akan menjalankan usaha ternak lele biasanya muncul pertanyaan bagaimana nanti cara memasarkannya? Jangan-jangan pemasaran lele itu sulit… dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan atau keraguan seputar pemasaran ikan lele, dikarenakan terlalu banyak keraguan dan kekhawatiran akan hal tersebut akhirnya banyak orang yang tadinya sudah memiliki semangat usaha yang tinggi malah mengurungkan niatnya untuk menggeluti usaha ternak lele.
Peluang pemasaran lele sangat besar, ini bukan sekedar slogan atau propaganda, telah banyak survey dan riset-riset pemasaran dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dibidangnya, kebutuhan masyarakat akan lele konsumsi memang semakin meningkat, jika kebutuhan masyarakat akan lele konsumsi semakin meningkat, bukankah mudah memasarkan suatu produk(lele konsumsi) bila permintaannya terus meningkat?
Dalam pemasaran lele, yang pertama kita lakukan adalah mengetahui sasaran atau target pasar ikan lele konsumsi, mungkin telah banyak diinformasikan bahwa terdapat beberapa target pasar untuk ikan lele konsumsi, diantaranya adalah ;
- Ø warung pecel lele
- Ø warteg
- Ø rumah-rumah makan atau resto-resto( yang sudah mulai menawarkan menu special ikan lele)
- Ø tempat-tempat usaha yang mengelola lele olahan, mulai dari baso, nugget, siomay, keripik lele sampai dengan lele presto
- Ø rumah-rumah tangga
- Ø penjual sayur
- Ø penjual ikan di pasar tradisional
- dan masih banyak lagi
Langkah lain dalam pemasaran lele adalah dengan menggunakan jasa para pengepul, hal ini bisa dilakukan jika ingin perputaran modal lebih cepat, pasalnya para pengepul biasanya akan membeli lele dalam jumlah besar, tidak jarang mereka akan memborong hasil panen secara keseluruhan, walaupun harga yang mereka tawarkan pastinya lebih murah dibanding kita harus menjualnya sendiri. Jika ada pertanyaan, dimana kita bisa mendapatkan pengepul? Percaya deh, disetiap daerah terdapat banyak para pengepul, tergantung usaha, lobi dan nego anda dengan pihak-pihak yang terkait.
Tips: Sebelum memulai usaha budidaya lele, sebaiknya hubungi dulu (berkenalan) dengan target-target pemasaran di atas, entah pengepul atau pemilik warung makan, tawarkan kepada mereka kalo Anda memiliki stok lele konsumsi (meski sebenarnya Anda belum memiliki stok, :D). Bukankah menawarkan tidak bayar atau gratis. Memang dibutuhkan “kepercayaan diri” tinggi untuk melakukan hal ini. Ingat lah pepatah para wirausaha sukses, “muka tebal berujung dompet tebal”. Selama usaha yang kita lakukan masih dalam jalur, lakukan dengan cara Anda sendiri.
Bagaimana kalau orang yang kita tawari mengatakan, “Mas, saya butuh xxx Kg. Sekarang!!!”. Jangan malah bingung menghadapi situasi seperti ini, hal ini seharusnya lebih memotivasi Anda dalam berbisnis lele. Cari sampai ketemu petani yang sedang atau dalam waktu dekat akan panen. Atau cari pengepul yang menawarkan harga yang sesuai dengan hitung-hitungan laba Anda. Jangan berhenti, rejeki di depan mata. ^_^
Tips Sebelum Menebar Benih Lele
Untuk menjamin perkembangan benih yang sehat dan dapat tumbuh secara pesat adalah dengan mempersiapkan air (kolam) dengan baik, sehingga benih dapat merasa nyaman dalam lingkungan yang baru.
Berikut adalah cara mempersiapkan air kolam terpal/semen sebelum bibit ditebar :
a) Masukkan air setinggi 20 cm dengan cara dipancurkan
b) Tebar garam ikan/garam grasak 100 g / m2
c) Diamkan selama 3 hari
d) Tambah volume air sesuai ukuran bibit
e) Masukkan pupuk urea 10 g / m2 atau pupuk organik cair dan katalis plankton (probiotik) yang mengandung bakteri nitro (Em4, Sell multi) dosis 10 ml / m2. Atau bisa juga dengan kotoran hewan ternak (Sapi, Kambing, Unggas seperti ayam). Kotoran dibungkus dalam karung yang telah dilubangi kecil-kecil.
f) Diamkan selama 5 hari sampai air berubah warna bening kehijauan dan bibit siap ditebar.
a) Masukkan air setinggi 20 cm dengan cara dipancurkan
b) Tebar garam ikan/garam grasak 100 g / m2
c) Diamkan selama 3 hari
d) Tambah volume air sesuai ukuran bibit
e) Masukkan pupuk urea 10 g / m2 atau pupuk organik cair dan katalis plankton (probiotik) yang mengandung bakteri nitro (Em4, Sell multi) dosis 10 ml / m2. Atau bisa juga dengan kotoran hewan ternak (Sapi, Kambing, Unggas seperti ayam). Kotoran dibungkus dalam karung yang telah dilubangi kecil-kecil.
f) Diamkan selama 5 hari sampai air berubah warna bening kehijauan dan bibit siap ditebar.
Langganan:
Postingan (Atom)